WAMEN PERDAGANGAN HADIRI EVALUASI DISERTASI DR ANA ARIFATUS SA’DIYAH

 

Malang – Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP berhasil menempuh Evaluasi Terbuka Disertasi atas Program Doktor Ilmu Pertanian Peminatan Ekonomi Pertanian di Universitas Brawijaya. Dr. Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP. berhasil Evaluasi tanpa Ujian karena sudah mempublikasikan hasil disertasinya pada dua jurnal terindeks Scopus. Evaluasi yang digelar pada hari Kamis (19/12/2019) tersebut dihadiri oleh tiga komisi promotor (Prof. Ratya Anindita/pakar Demand System UB; Prof. Nuhfil Hanani/ Rektor UB; dan Dr. Wahib Muhaimin) dan empat tim penguji. Menariknya, salah satu penguji dalam Sidang Terbuka tersebut adalah Wakil Menteri Perdagangan Dr. Bayu Krisnamurti, M. Si.

Dr Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP bercerita, kehadiran Wakil Menteri Perdagangan pada Evaluasi Disertasinya membawa kebanggaan sendiri baginya. Hal ini mengingat, selain karena dirinya berada dalam satu organisasi yang sama dengan Wakil Menteri Perdagangan Dr Bayu Krisnamurti, M.Si di Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI), keduanya juga memiliki ketertarikan dalam bidang Pangan. Karenanya, beliau resmi hadir untuk memberikan beberapa masukan yang berguna bagi Dr Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP.

“Waktu mengobrol terkait disertasi, beliau langsung mengatakan akan hadir dalam evaluasi disertasi saya dan teman saya yang saat itu juga meneliti terkait pangan hewani. Sangat senang sekali beliau dapat menyempatkan waktu dan memberikan masukan terkait kebijakan-kebijakan pangan strategis.” Ungkap beliau.

Dalam ujian disertasi tersebut, Dr Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP mengambil judul ‘Dampak Perubahan Harga Pangan Terhadap Permintaan, Kesejahteraan, dan Kemiskinan di Indonesia.’ Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan 287.830 ribu sampel rumahtangga hasil survey sosial ekonomi nasional (Susenas) pada Maret 2016 berupa data modul konsumsi dan data kor hasil survey rumahtangga di Indonesia yang berkaitan dengan konsumsi rumahtangga terhadap komoditas beras, jagung, daging, bawah merah, cabe, gula selama seminggu dan pengeluaran rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumsi rumah tangga dan komoditas pangan, mengestimasi permintaan pangan dan menganalisis pengaruh perubahan harga pangan dan pendapatan terhadap permintaan pangan, menganalisis dampak perubahan harga pangan terhadap kesejahteraan hingga menganalisis dampak perubahan harga pangan terhadap kemiskinan.

“Indonesia saat ini menetapkan 11 pangan strategis yang harus benar-benar dikonsumsi dan tidak dapat ditinggalkan mengingat perannya yang penting bagi pemenuhan kebutuhan gizi. Dari 11 itu, saya mengambil 7 komoditas diantaranya beras, jagung, kedelai, daging sapi, gula, bawah merah, dan cabai. Tetapi karena kedelai ternyata tidak termasuk dalam data konsumsi rumah tangga dan bila diambil sampelnya harus dari turunan konsumsi olahan seperti susu kedelai, tahu hingga tempe, maka kami hapus 1 komoditas sehingga penelitian ini menggunakan 6 komoditas.”

Hasil disertasi menunjukkan bahwa semua elastisitas pengeluaran positif dengan nilai bervariasi kurang dari satu kecuali komoditas daging sapi. Artinya, dari 6 komoditas di atas, hanya daging sapi yang dinyatakan sebagai barang mewah bagi rumah tangga sementara 5 komoditas lain merupakan barang normal. Selain itu, pangan strategis memiliki hubungan yang bervariasi bersifat subtitusi dan komplementer tergantung type rumahtangga. Sedangkan dampak perubahan harga terhadap kesejahteraan dengan CV dan EV menunjukkan bahwa nilai CV lebih besar daripada EV.

Meski telah mendapatkan gelar doctor, Dr Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP terus berusaha mengingat pesan ‘Finish is a Start’ dari Wakil Menteri Perdagangan Dr Bayu Krisnamurti, M.Si. Maknanya, bahwa pencapaian saat ini adalah permulaan baru. Selain itu, seluruh Promotor dan Dosen Penguji juga berpesan agar Dr Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP tidak hanya berhenti hingga disertasi ini dan dapat melanjutkan penelitian yang dapat memberikan implikasi untuk kebijakan pangan strategis.

“Yang jelas itu sebuah perjalanan Panjang. Sebenarnya ini masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Kemarin dari 8 penguji banyak sekali saran dan sedang kami kerjakan. Semoga apa yang kita hasilkan dapat bermanfaat bagi negara dan dapat berimplikasi pada proses perumusan kebijakan terlebih khusus kebijakan di bidang pangan strategis. Untuk pribadi bagaimana menjadi dosen yang baik dan yang baik untuk keluarga dan untuk semua. Yang terpenting menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.” Tutupnya. (HUMAS)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*