UNITRI LAKUKAN EVALUASI MAHASISWA OUTBOUND PERMATA SAKTI 2020

MALANG – Pelaksanaan Program Pertukaran mahasiswa Tanah Air Indonesia Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi (PERMATA SAKTI) yang telah disahkan dan dibuka sejak bulan Oktober lalu telah berjalan. Guna melakukan evaluasi kegiatan dan mendengarkan proses pembelajaran mahasiswa Outbound UNITRI yang telah mengikuti kegiatan dan sedang berada di kota Malang, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) melalui Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sistem Informasi dan Inovasi dan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LPPP)  menggelar pertemuan bersama beberapa perwakilan mahasiswa outbound. Kegiatan yang digelar di Ruang F.11 tersebut dilaksanakan Senin (17/11).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sistem Informasi, dan Inovasi, Dr. Ir. Widowati, MP dalam sambutannya mengatakan ingin mendengarkan langsung proses pembelajaran yang dilakukan mahasiswa outbond UNITRI yang telah mengikuti kegiatan Permata Sakti.

“Saya ingin tahu apa saja yang dirasakan mahasiswa. Untung rugi selama mengikuti kegiatan, supaya kedepan UNITRI juga bisa berbenah untuk kebaikan bersama.” Ungkap beliau.

PERMATA SAKTI 2020 tentu memberikan banyak sisi positif dan negatif bagi mahasiswa. Sisi positifnya, tambah Wakil Rektor I, mahasiswa dapat memiliki pengalaman dari sisi akademik maupun non akademik.

“Yang penting mahasiswa dapat menjalankan dan mendapatkan pengalaman belajar dari kampus lain.”

Selain dari segi akademik, mahasiswa merasa cukup terbantu dengan kegiatan PERMATA SAKTI. Selain karena adanya kuota bantuan yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), PERMATA SAKTI juga memberikan bantuan dana untuk maksud kelancaran pembelajaran dari kemdikbud dan Universitas.

Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LPPP) Unitri, Dr Dian Noorvy Kh, ST., MT menambahkan, PERMATA SAKTI menyediakan bantuan senilai Rp. 800.000 untuk mahasiswa dan akan diserahkan secara tunai kepada mahasiswa melalui Universitas, Selasa (17/11)

“Bantuan senilai 800ribu per mahasiswa dan diserahkan tunai. Jadi nikmati tapi tanggung jawab dengan studinya.”

Selain bantuan tersebut, mahasiswa yang mengikuti PERMATA SAKTI akan mendapatkan bantuan non akademik yang akan di Kelola melalui UNITRI senilai Rp. 600.000 dan akan disalurkan langsung untuk administrasi kegiatan PERMATA SAKTI seperti membuat video pembelajaran, dan lain sebagainya.

“Untuk dana ini kita akan kelola untuk dikelola dalam kegiatan permata sakti.” Imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, selain dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Kepala LPPP UNITRI, juga turut hadir perwakilan Biro Akademik (BAK) Pramono Sasongko, S.TP., M.P., M.Sc yang dalam kesempatan tersebut memperkenalkan sistem baru kepengurusan surat PKL untuk mahasiswa. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*