Unitri dan Bappeda Siap Dukung Pemerintah Kota Malang untuk Menanggulangi Praktek Prostitusi

Unitri bekerjasama  dengan Bappeda (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah) Kota Malang dalam kegiatan FGD (Forum Grup Diskusi) yang diadakan di Kantor Bappeda Kota Malang, pada Rabu, 18 Oktober 2017. Pada kesempatan tersebut, Unitri sebagai pembahas mengkaji tentang penelitian kehidupan sosial malam hari di kota Malang. Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh kehidupan malam di Kota Malang yang erat dengan hal – hal negatif seperti pub, warung  remang – remang,karaoke, cafe, diskotik, prostitusi, dan hiburan malam lainnya. Padahal Kota Malang dikenal sebagai kota bermartabat.

Dra. Rukayah, M.si selaku Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Bappeda Pemerintah Kota Malang menjadi moderator pada acara tersebut. Beliau menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi variabel dominan yang mempengaruhi kehidupan sosial di malam hari, mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kehidupan sosial di malam hari, mengidentifikasi anggota masyarakat (pelaku) yang beraktifitas sosial di malam hari bagi pemilik dan pengunjung, serta menyediakan dokumen yang dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kota Malang bagi lahirnya kebijakan di bidang sosial.

Pada kesempatan tersebut, pihak Unitri diwakili oleh Dr. Budi Prihatminingyas, SE., MAB sebagai pembahas sekaligus peneliti pada kajian tersebut. Beliau mengungkapkan penelitian tersebut membutuhkan waktu selama 5 bulan dengan melakukan wawancara, kuisioner, dan observasi di beberapa tempat.

“Pada umumnya tuna susila memilih pekerjaan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial)karena tuntutan ekonomi,” Ungkap Dr. Budi Prihatminingyas, SE., MAB. Beliau menambahkan bahwa banyak mahasiswi juga tergiur akan pekerjaan tersebut karena menghasilkan uang lebih mudah. Bahkan pekerjaan haram tersebut telah menarik minat siswi SMP dan SMA.

“Saya harus menunggu 30 menit saat Berlian (tuna susila) menemui tamu bule di Hotel,” Cerita Dr. Budi Prihatminingyas, SE., MAB guna melengkapi data penelitian. Selain praktik prostitusi, beliau meneliti pola sosial dan karakter waria, homo seksual, dan kehidupan malam lainya di Kota Malang.

Dra. Rukayah,. M.si  menjelaskan, “Penelitian ini berguna untuk membantu Pemerintah Kota Malang untuk mengatasi prostitusi di Kota Malang.”

Pada kegiatan FGD tersebut, turut hadir pada kegiatan tersebut dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Malang, dinas terkait, LSM, stakeholder, dan masyarakat sekitar. Teoff/Hum

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*