TIM PKM UNITRI LAKUKAN PENYULUHAN INOVASI PRODUK SUSU DI DESA TOYOMERTO BATU

MALANG- Sebagai jujukan wisata di Kota Batu, Desa Toyomerto memiliki banyak sekali potensi pariwisata dan kuliner. Salah satunya yakni hasil perahan susu. Susu sangat diperlukan dalam menu sehari-hari karena memiliki tiga komponen penting diantaranya protein, kalsium, dan ribovlavin. Meski demikian, susu juga dikenal sebagai bahan pangan yang mudah rusak oleh pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri bila tidak diolah secara baik.

Berangkat dari masalah tersebut, Kelompok PKM UNITRI yang terdiri dari Farida Kusuma Astuti, S.Pt., M.P., Pempraktek Eka Fitasari S.Pt., M.P., dan Penyuluh Wirawan, STP., MMA melakukan pembinaan peningkatan pendapatan dengan alokasi bimbingan teknis pengolahan hasil susu sapi perah di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Selama dua hari, kegiatan itu berfokus di Peternakan sapi perah milik kelompok tani Sumber Hasil 03 dengan kegiatan penyuluhan inovasi produk, praktek pembuatan produk, pengemasan, dan pendampingan.

Ketua Kelompok PKM UNITRI, Farida Kusuma Astuti, S.Pt., M.P., menjelaskan timnya telah menyiapkan cara inovasi yang dapat dilakukan oleh petani di sana untuk mengolah hasil olahan susu tersebut.

“Kami memberikan penyuluhan dan pemahaman beberapa produk dan cara pembuatannya sehingga peternak bisa mempunyai gambaran untuk membuat produk baru yang mudah dan ekonomis sebagai nilai jual dari susu.”

Sementara olahan susu yang disarankan diantaranya ice cream dan pudding sedot. Seperti diketahui, Ice cream merupakan produk susu yang digemari dan mudah dibuat yang memiliki nilai gizi tinggi sedangkan pudding adalah jenis kue yang berasal dari adonan cair maupun setengah padat, yang dimasak dan kemudian dibekukan dalam cetakan berbagai ukuran. Puding meruapakan prodak olahan susu yang gampang di buat, praktis dan mengenyangkan, selain gampang di bawa, pudding sedot juga praktis sebagai penunda lapar, karena mengandung serat yang tinggi.

Ketua Kelompok Peternak, Darji, mengaku senang dengan kegiatan PKM ini. Selain karena dirinya menginginkan adanya inovasi dalam pengolahan susu, ia juga ingin memberikan nilai tambah pada kemasan yang lebih menarik.

“Saya ingin mengembangkan inovasi dari susu hasil perahan sapi saya, dan mendapatkan nilai tambah yang juga bisa memperpanjang daya simpan susu tersebut.”

Seperti diketahui, peternakan sapi perah milik Bapak Darji sangat bagus bila ditinjau dari manajemen pakan, bibit, perkandangan, manajemen, pengendalian penyakit dan juga limbah. Peternakan ini masuk kedalam kelompok tani yaitu kelompok tani sumber hasil, di mana kelompok ini berlokasi di desa Toyomerto, kota Batu. Saat ini, kelompok memiliki anggota sekitar 30 orang yang sebagian besar merupakan anggota KUD Batu dan sebagian kecil anggota IPS Green Field. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*