TERBITKAN BUKU KUMPULAN PUISI, MAHASISWA TEKNIK KIMIA UNITRI BAGIKAN PENGALAMAN SELAMA DI MALANG

MALANG – Karya yang baik adalah karya yang sudah nyata dan karya yang luar biasa adalah karya yang ada dan enak untuk di baca. Demikian Faruq Bytheway, mahasiswa program studi Teknik kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, menginterpretasikan prestasinya yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi berjudul ‘Nanti Ketika di Malang’. Buku perdananya tersebut bercerita tentang pengalaman-pengalaman rindu dan cintanya selama ini berada di Kota Malang.

Saat ditemui tim Humas UNITRI, Faruq bytheway bercerita, perlu lebih dari tiga tahun untuk mengumpulkan dan menyelesaikan karya ini. Berawal dari sering berkumpul Bersama dengan seniman dan penulis di komunitas malam rabuan, ia mulai belajar menulis novel atau puisi secara serius dan berani menerbitkan kumpulan puisinya tersebut dalam bentuk buku.

“Awalnya agak malu mau menerbitkan buku ini dan masih agak kurang srek. Tetapi saya berusaha mengumpulkan puisi-puisi yang lain yang pernah saya tulis lalu saya jadikan buku kumpulan puisi ini.”

Sebelum menerbitkan, lanjut Faruq, ia mulai mendatangi beberapa sastrawan seperti Joko Pinurbo, Iyut Fitra, dan Kh M Faizi untuk bertanya seputar karya karyanya.

“Saya juga minta restu dan minta saran terkait karya saya. Apakah sudah boleh terbit dan layak terbit atau belum. Beruntung, mereka memberikan beberapa saran.”

Kumpulan puisi Faruq sebenarnya terdiri atas lebih dari 100 puisi tetapi atas saran dari beberapa sastrawan, ia mulai mengumpulkan beberapa puisi yang sebangun dan akhirnya mengumpulkan 50 kumpulan puisi tersebut dalam buku berjudul ‘Nanti Ketika di Malang’. Judul ini sendiri berasal dari salah satu puisi berjudul sama yang diambil karena lebih merepresentasikan bagaimana kondisi dan cerita seluruh isi puisi yang di tulis Faruq.

“puisi ini lebih merepresentasikan bagaimana kondisi dan cerita saat itu. Meskipun tidak membahas semuanya sih. Tapi selama saya merantau di Malang itu sebenarnya saya sudah mulai menulis puisi-puisi ini.”

Meski demikian, kesukaan Faruq pada pusi sudah lama dirasakannya sejak mencari ilmu di pondok pesantren di Madura. Saat itu, ia sering membaca buku di perpustakaan kecil di pondoknya dan mulai tertarik pada kumpulan-kumpulan puisi. Ia juga aktif menulis karya yang diterbitkan di madding pondok pesantren dan mengikuti beberapa lomba menulis. Faruq berprinsip, ia ingin memiliki sebuah karya sebelum lulus dari perguruan tinggi.

Akhirnya, buku ‘Nanti Ketika di Malang’ berisi 50 karya puisi dan diterbitkan oleh Penerbit Indonesia Imaji. Bila mahasiswa tertarik untuk menyimak buku yang dicetak 117 halaman ini, ia dapat langsung menghubungi Faruq atau penerbit untuk memperoleh buku ‘Nanti Ketika di Malang’. Kedepan, Faruq berkeinginan untuk Kembali menulis kumpulan essai yang rencananya akan terbit pada bulan Julia tau Agustus 2021. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*