PRODI PETERNAKAN UNITRI UNDANG KETUA ISPI DALAM KULIAH TAMU

Program studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar kuliah tamu bertemakan ‘Pengembangan Wirausaha Peternakan di Era Revolusi Industri 4.0’, Kamis (17/1) di Ruang Sidang Rektorat. Acara tersebut menghadirkan Ir Didiek Purwanto selaku Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) yang memang dijadwalkan berkunjung ke beberapa Universitas di Malang, salah satunya di Unitri.

Ketua Program Studi Peternakan, Ariani Trisna Murti, S.Pt., M.P mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran ketua ISPI sebagai narasumber kuliah tamu. Terlebih, di era saat ini, materi yang diberikan dianggap cukup relevan untuk dipahami seluruh mahasiswa Unitri.

“Kami memang berharap, lulusan Unitri nantinya dapat menjadi enterpreneur dan dapat memahami skill peternakan tidak hanya lewat teori tetapi juga praktek. Apalagi ketua ISPI telah banyak berpengalaman di bidang usaha ternak sejak dulu dan hingga saat ini dapat memiliki 17.000 ekor sapi dan perusahaan besar.” Ujarnya saat ditemui Humas.

Dalam kuliah tamu yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa peternakan dan dosen Fakultas Pertanian tersebut, Ir Didiek Purwanto memang memberikan wawasan terkait pemanfaatan sumber daya Plasma Nutfah ternak. Melalui jabarannya, dapat diketahui bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki berlimpah aset peternakan. Dan termasuk negara yang minim konsumsi protein hewani. Di era 4.0, percepatan peningkatan populasi sapi potong untuk memenuhi salah satu kebutuhan protein hewani yaitu daging sapi yang harganya relatif selalu mahal. Didiek juga memberikan solusi terkait tindakan nyata dan segera yang harus dilakukan peternak untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini bersama.

“Percepatan peningkatan populasi sapi dapat dilakukan dengan memberikan arah pembangunan peternakan yang terstruktur, sustaianble, serta partisipatif aktif semua stakeholder. Selain itu, dibutuhkan harmonisasi regulasi yang sejalan dengan perundangan, pemberdayaan dan perlindungan peternak lokal, serta yang terakhir, merubah pendekatan kebijakan ke produksi bukan pada harga.” Tambah Didiek.

Peternakan, menurut Didiek, masih dapat terus berkembang seiring dengan kemajuan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Hal inilah yang ditekankan Didiek kepada seluruh mahasiswa peternakan Unitri. Ia bangga dan berterimakasih dapat di undang di Unitri.

“Terimakasih kepada Unitri, Fakultas Pertanian, dan Program Studi Peternakan Unitri.” Tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*