PLT UPT KERJASAMA DAN PERENCANAAN UNITRI IKUTI WORKSHOP PENYUSUNAN MOU KERJASAMA INTERNASIONAL DENGAN PT ASING LLDIKTI ANGKATAN III

Malang – PLT Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kerjasama dan Perencanaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengikuti kegiatan Workshop Penyusunan MOU Kerjasama Internasional dengan Perguruan Tinggi Asing di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Angkatan III Tahun 2020, di Hotel Swiss Belinn Airport Sidoarjo, Selasa (15/12). Workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof Rolly Intan (mantan Rektor UK Petra), Prof Suprapto (Ka LL DIKTI wilayah VII dan Prof Tatik Suryani (PERBANAS Surabaya).

Saat dihubungi, PLT UPT Kerjasama dan Perencanaan, Tantry Ajeng Parnawati, S.Hum., M.Pd menjelaskan, adapun materi yang disampaikan Prof Rolly Intan berkaitan dengan International Collaboration in Higher Education. Ia menyarankan, agar Kerjasama Luar Negeri dapat bergerak efektif maka perlu mengintegrasikan International Collaboration yang diinginkan dalam visi universitas sehingga tiap lini di universitas akan mengarah pada visi tersebut. International Collaboration juga harus dituangkan dalam Rencana strategis (Renstra) Universitas. Selain itu, harus terdapat key indicator yang secara explicit menyebut tentang internasionalisasi tersebut.

“Saran dari Prof Rolly Intan ialah agar Kerjasama LN efektif, maka sebaiknya internasionalisasi mulai diintegrasikan dalam visi Universitas sehingga di tiap lini Universitas akan mengarah pada visi tersebut. Kemudian, harus diwujudkan dalam sasaran strategis Renstra Universitas. Setelah saya lihat di statuta Universitas, ternyata UNITRIsudah ada poin terkait dengan kerjasama internasional tersebut”

Prof Rolly Intan yang memberikan materi berkaitan dengan tema International Collaboration in Higher Education juga berpesan dalam sesi sharing best practice agar program Kerjasama tidak harus selalu merupakan program degree tetapi juga program non degree seperti dengan community outreach program (COP) atau semacam KKN.

“Disini harus ada unggulan dari Perguruan Tinggi (PT) yang diangkat sebagai “commodity” untuk dipromosikan ke Luar Negeri” Imbuhnya.

Mengenai biaya, lanjutnya, maka memang harus ada bagian dari kampus yang bergerak sebagai institusional advancement atau istilahnya fund raising.

Sementara itu, dua narasumber lain yakni Prof Suprapto (Kepala LLDIKTI WIlayah 7) membahas terkait tema Kerjasama PT dan Klasterisasi PT sedangkan Prof Tatik Suryani (PERBANAS) membahas tuntas tema Strategi membangun kerjasama dengan PT Asing dan Penyusunan Dokumen MoU.

“Untuk unitri sebenarnya sudah ada kantor KLN tersendiri jadi itu sudah merupakan nilai plus di akreditasi, MoU juga tiap fakultas sudah ada. Namun perlu diperhatikan untuk bukti pelaksanaannya karena mou saja tidak ada nilainya, yang dinilai adalah bukti dari kerjasama dari mou. Namun kerjasama tanpa mou juga tidak bisa.”

Terkait tindak lanjut setelah workshop, kantor Kerjasama Unitri perlu Menyusun RoadMap dan kesediaan dokumen terkait semisal manual dan SOP yang mengarah pada PPEPP. Roadmap ini juga harus disesuaikan dengan statuta dan renstra.

“Selain itu kantor Kerjasama Unitri perlu untuk menggagas program kegiatan yang bersifat internasional. Jika kegiatan yang bersigat degree tidak bisa maka cukup di level non degree.” Tutupnya. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*