MAHASISWI UNITRI SABET MEDALI EMAS KEJUARAAN KELATNAS PERISAI DIRI UNITOMO CUP I

Membawa nama harum Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Mersiana Rafi, mahasiswi Teknologi Industri Pertanian (TIP) berhasil menjadi juara satu dalam kejuaraan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Unitomo Cup I, Kamis-Sabtu (14-16/03) di Surabaya. Prestasi tersebut membuatnya dapat membawa pulang medali emas dan sertifikat penghargaan.

Saat ditemui, mahasiswa asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur tersebut bercerita mengenai pengalaman pertamanya mengikuti pertandingan dan dapat menjadi pemenang.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti pertandingan karena sebelumnya saya belum pernah ikut pertandingan sama sekali. Saya tidak berpikiran butuh juara tetapi saya hanya butuh pengalaman pertama bertanding.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga tidak menyangka dapat meraih penghargaan yang sudah lama diinginkannya. Selama ini, ia memang sangat menyukai olahraga. Ketertarikannya dengan olahraga dimulai sejak semester dua ketika ia sangat membutuhkan kegiatan lain selain kuliah. Setiap sore, ia melakukan jogging di merjosari dan berlatih pencak silat setelahnya. Ia merasa berterimakasih kepada seluruh senior Komunitas Perisai Diri di Unitri yang telah mengenalkannya akan dunia pencak silat.

“Saya berterimakasih kepada seluruh kakak senior yang sudah mengenalkan saya dengan dunia pencak silat. Untuk itulah saya ingin membawa nama kampus dan dapat tampil terbaik dalam pertandingan. Saya tidak menyangka dapat menjadi juara kemarin.”

Mahasiswi yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara ini mengikuti kejuaraan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Unitomo Cup I bersama sepuluh teman lain dari Unitri. Mereka bertanding dengan 251 peserta lainnya di seluruh Jawa Timur untuk memperebutkan piala penghargaan, medali emas, perak, dan perunggu serta juara umum. Hasilnya, selain Mersiana, tiga atlet Unitri peraih medali emas dan perunggu diantaranya Deni katauhi lalatana (Peternakan) memenangkan medali emas, Edwin hunggurami (Administrasi publik) memenangkan medali emas, dan Blandina Ngongo (ilmu keperawatan) medali perunggu.
Meski telah menjadi peraih medali emas, Mersiana masih tidak merasa puas. Ia berencana akan terus mengembangkan kemampuan di bidang bela diri pencak silat dan terus mengikuti perlombaan lainnya. Ia juga bercita-cita untuk dapat membuka perguruan silat suatu hari nanti.

“Nanti ada rencana untuk ikut pertandingan se-jawa timur lagi di bulan Juni. Kalau sudah matang di unitri atau sudah selesai di unitri, saya ingin mengajari adek adek di kampung atau tempat saya bekerja. Saya ingin membuka perguruan.” Tutupnya. (Humas)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*