MAHASISWA BERPRESTASI: FARIZAL MENANG JUARA 3 ANNOUNCER COMPETITION

Kegigihan Farizal Afza Assilmi, mahasiswa program studi Managemen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengikuti berbagai macam kompetisi kepenyiaran dan MC akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Rabu-Jumat (15-17/8), Izal, sapaan akrab Farizal, berhasil memenangkan Announcer Competition yang diadakan Malang Broadcast Week di Alice Tea Room Malang dan membawa pulang piagam juara tiga pada ajang tersebut. Tak hanya itu, ia juga berkesempatan bertemu dengan orang-orang broadcast terkenal di kota Malang yang juga turut hadir dalam acara tersebut dan berbagi pengalaman menarik seputar kepenyiaran.

Mahasiswa kelahiran 9 Januari 1997 tersebut membagi pengalaman serunya saat dihubungi oleh pihak Humas UNITRI. Menurutnya, keberhasilannya pada ajang lokal Malang tersebut tidak lepas dari pengalamannya mengenal dunia radio sejak Sekolah Menengah Pertama. Saat itu, Ia mengaku masih sekedar senang mendengarkan radio dan pernah membawakan program siaran dangdut dalam ekstra kulikulernya. Meski demikian, rasa penasarannya sempat redup untuk beberapa saat dan akhirnya kembali bangkit ketika dirinya pindah dari Bogor, kota kelahirannya, menuju UNITRI untuk belajar di perguruan tinggi. Ia mulai tertarik mendalami passionnya tersebut dengan aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) TRI FM.

“sebelumnya, saya tidak benar-benar ingin untuk mengikuti perlombaan kepenyiaran karena saya merasa masih baru mendalami dunia broadcast, dan belum lagi saya pernah mengikuti tiga kompetisi di ajang yang sama dan gagal pada saat itu. Lalu beberapa senior saya di TRI FM dan I’m Radio Broadcasting memotifasi saya untuk mencoba kompetisi lagi, dan akhirnya saya jadi termotifasi untuk ikut secara serius.” Ujarnya kepada Humas.

Selama persiapan lomba, mahasiswa kelahiran Bogor tersebut, terus melakukan latihan di tengah-tengah kesibukannya bekerja di salah satu restoran di kota Malang. Belajar dari pengalaman selama mengikuti beberapa lomba kepenyiaran sebelumnya, Ia banyak mendapatkan komentar dari juri terkait kekurangan dan kelemahannya selama mengikuti perlombaan. Ia menyadari bahwa kemampuannya merangkai kalimat masih sangat buruk dan pengucapan beberapa kalimat masih terbata-bata.

“Karena saya sadar bahwa saya memiliki kekurangan didalam pengucapan kalimat yang masih terbata-bata dan susah dalam menciptakan suasana tenang saat siaran, saya banyak belajar kepada para senior dan melatih sendiri di manapun saya berada. Saya ingin tampil maksimal.” Tambahnya.

Terpilihnya Farizal sebagai juara 3 Announcer Competition di acara Malang Broadcast Week diyakininya atas kerja keras dan semangatnya untuk terus berlatih. Ia menyebutkan, kemauan atau passion seseorang tidak dapat dipaksakan dapat diikuti oleh setiap orang sekalipun orang tersebut diberikan motivasi yang cukup banyak. Perlu adanya niat dari diri sendiri agar dapat berkembang dan berkompetisi sesuai passion yang disukainya. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas kita dalam mengembangkan passion adalah dengan percaya pada diri sendiri dan sering menerima masukan kritikan dari orang-orang. Farizal menambahkan, Ia sering mengikuti akun-akun penyiar idolanya di sosial media agar dapat menambah informasi terbaru terkait dunia broadcasting.

“Saya berharap, siapapun mahasiswa yang mau berkompetisi baik dalam ajang apapun dapat terus meningkatkan diri dengan sering latihan.”

Mahasiswa yang bercita-cita sebagai pengajar tersebut masih belum merasa puas dengan apa yang sudah didapatkannya. Ia ingin terus belajar dan mengikuti kompetisi kepenyiaran lainnya. Rencananya pada bulan September, Ia akan mengikuti kompetisi serupa di PLFM dan Sevenline Radio UB. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*