LESTARIKAN BUDAYA BANGSA, UNITRI GELAR PAGELARAN WAYANG KULIT

Malang – Dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni 2021, Pusat Studi Wawasan Kebangsaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar kegiatan Pagelaran Wayang Kulit “Semar Bangun Kayangan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara live streaming melalui youtube Humas UNITRI Malang dengan menghadirkan dalang Ki Gatot Widodo, BA dan Sinden Lintang Kairo.

Acara yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang tersebut dibuka dengan memperkenalkan gamelan dan tari budaya dari Sanggar UNITRI yakni tari Bedayan. Selain itu, yang istimewa dari acara tersebut ialah kehadiran Sinden Lintang Kairo, sinden cilik asal kabupaten kediri yang telah melestarikan budaya sinden ke generasi muda.

Ketua Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PUSDIPWASBANG) UNITRI, Ir. Rikawanto Eko Muljawan, MP menjelaskan, Pancasila harus terus dikuatkan terutama pada generasi muda. Melalui kegiatan pangelaran wayang ini, generasi muda di harapkan lebih mencintai budaya nenek moyang.

“Kita punya kekhawatiran bahwa wayang pun nanti akan bernasib sama dan ditakutkan akan diclaim oleh negara lain. Dengan adanya sinden Lintang Kairo, semoga budaya seperti sinden dan wayang ini dapat lebih meluas bahkan ke internasional.”

Sementara Rektor UNITRI Malang, Prof Dr Ir Eko Handayanto, MSc mengungkap keutamaan Pancasila sebagai ideologi yang patut dijunjung. Ia mengajak seluruh generasi untuk setia, mendukung, dan Bersatu untuk NKRI dengan berdasar pada Pancasila sebagai ideologi negara.

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Dr Hariyono, M.Pd memberikan apresiasi kepada UNITRI Malang karena telah bergotong royong dengan Gerakan Siswa Nasional Indonesia(GSNI) dan Gerakan Pendidik Pancasila melakukan peringatan hari Peringatan Pancasila tahun 2021. UNITRI pun dianggap telah melestarikan budaya Indonesia dengan menyelenggarakan kegiatan semacam ini.

“Ini menarik karena kita harap bapak dalang tidak hanya menghibur kita dengan menampilkan kembali nilai kebudayaan bangsa Indonesia tetapi bisa memberikan pencerahan kepada kita tentang bagaimana mengamalkan Pancasila.”

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo juga menyerahkan Gunungan Wayang kepada Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Gerakan Pendidik Pancasila yang diserahkan kepada dalang dan sinden sebagai simbol permintaan dari Generasi Tua kepada Generasi Muda agar dapat melestarikan dan menjaga kebudayaan Nasional. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang dengan lakon Semar Bangun Kayangan Bersama Ki dalang Widodo Darmoko. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*