KKN UNITRI KE-XXXIV SIAPKAN PEMBEKALAN MATERI UNTUK MAHASISWA

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) ke-XXXIV kembali menyapa mahasiswa. Kamis (25/7), sebanyak 696 mahasiswa terlihat tengah mengikuti agenda perdana yakni pembekalan materi dari Dosen Pembina Lapangan (DPL) masing-masing. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung D dan E.

Sekretaris Panitia KKN ke-XXXIV, Wirawan S.TP., M.MA menjelaskan, tahun ini KKN mengusung tema ‘Membangun Karakter Insan Mandiri’. Di bantu 24 dosen pembimbing lapangan dan 3 koordinator lapangan, seluruh peserta KKN akan dibagi menjadi 22 kelompok yang masing-masing diisi sejumlah 30-33 mahasiswa.

“Selain itu, lokasi KKN tahun ini adalah 5 kecamatan diantaranya di Jabung, 4 kecamatan di Junrejo, 1 kecamatan Pujiharjo, 2 di Singosari, dan sisanya akan mengabdi di Kecamatan Ngantang.”

Pada kesempatan tersebut, pembekalan materi yang disampaikan berkaitan dengan filosofi KKN terutama tentang pengabdian kepada masyarakat dan tata cara beretika serta tata tertib dan penyusunan program KKN. Fokus ini hampir sama dengan tahun sebelumnya mengingat agenda KKN memang melanjutkan program pengabdian masyarakat Unitri untuk dapat berinovasi mengembangkan desa wisata, pertanian, e-commers, pengolahan sampah, pendidikan dan kesehatan. Tahun ini, secara istimewa, Unitri dipercaya untuk dapat mengirimkan mahasiswa KKN ke Junrejo Tlekung. Lokasi ini adalah lokasi baru yang nantinya akan bekerjasama dengan Unitri menciptakan pengolahan sampah secara kontinu.

“Permasalahan dari Junrejo Tlekung yang dapat kita masuki adalah membantu mengolah sampah secara kontinu agar dapat lebih mengembangkan fokus Tlekung sebagai desa wisata.”

Pelaksanaan KKN ke XXXIV telah direncanakan pada 1 Agustus dan 3 Agustus 2019 hingga sebulan lamanya. Selain kegiatan pembekalan di kampus, peserta KKN akan melakukan kunjungan dan melakukan survey lokasi sesuai tim kelompok pada 26-31 Juli agar dapat menentukan program kerja yang akan dilaksanakan di desa masing-masing.

Wirawan berpesan, selama menunggu pemberangkatan, mahasiswa dihimbau agar terus menjaga keselamatan dan kesehatannya.

“Keselamatan dan kesehatan mahasiswa adalah prioritas pertama. Dan perlu di pahami bersama bahwa indikator keberhasilan mahasiswa yang sedang KKN adalah kepuasan masyarakat di desa. Kami berharap mahasiswa dapat memegang itu baik-baik.” Tutupnya. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*