KKN KE-38 UNITRI PERIODE GENAP DI BUKA, DUA MODEL PELAKSANAAN DISIAPKAN

Malang-Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (UNITRI) Kembali menggelar Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-38 periode semester genap 2020/2021. Ditengah pandemi covid-19 yang masih melanda, kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan pada 21 Juli 2021 mendatang sesuai dengan konsep KKN Tematik dan KKN Reguler dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Bila sebelumnya dihadapkan dengan pembatasan kegiatan luar rumah, maka saat ini yang dihadapi yaitu pembukaan dari pembatasan tersebut dan tentunya itu membutuhkan treatment yang berbeda, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dosen Pembimbing Lapangan dan peserta KKN karena kondisi yang unik ini.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Zuhdi Ma’sum,ST., MT menyampaikan bahwa terdapat dua model pelaksanaan yaitu KKN Tematik dan KKN Reguler. KKN Reguler sendiri merupakan proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian oleh mahasiswa bersama dosen pembimbing dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui program yang terencana dan terukur sebagai sarana penerapan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa. Sementara KKN-T merupakan kegiatan KKN yang dilaksanakan sesuai dengan program Depdiknas yang memungkinkan mahasiswa melaksanakan suatu kegiatan KKN dengan tema tertentu seperti program wajib belajar, program pemberantasan buta aksana maupun proyek membangun desa.

“jadi pelaksanaan KKN kali ini ada dua model yakni KKN reguler dan KKN-T, yang mana KKN-reguler itu dengan tema edukasi masyarakat sedangkan KKN-T merupakan salah satu program MBKM, sehingga itu kesemptan besar bagi mahasiwswa yang ingin melaksanakan kegiatan lebih cepat dari yang lain, menjadi mahasiswa unggul melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa lebih cepat dari teman yang lain dan membangun dengan lebih baik” ungkapnya.

Saat ditanyai lebih lanjut terkait program KKN-T, Zuhdi menjelaskan bahwa saat ini dari Program Studi Peternakan telah melakukan KKN-T yakni dengan memberikan bimbingan teknis di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan di dua tempat, kemudian dilahannya. Dan rencana lanjutan akan ada 2 prodi lain yang membuka KKN-T yakni Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Agribisnis.

“Kalau KKNT sendiri bagi mahasiswa yang nanti atau prodi yang ingin mengembangkan desa tertentu, meningkatkan kemajuan level desa tertentu. Kalau yang tadi itu perseorangan, kelompok kalau ini sudah proyek desa. Perencanaan ini di bantu oleh Universitas dan harapannya bisa berjalan desa membangun”.

Sedangkan untuk KKN Reguler masih tentang edukasi masyarakat seperti sosialisasi tentang pemahaman covid-19, pembagian masker dan handzanitiser di karenakan ada masyarakat yang kurang mampu sehingga tidak mampu membeli masker. Selain itu, ada juga pembangunan berkelanjutan dari DPL seperti proyek besar untuk pembangunan bertahap terhadap suatu wilayah tertentu, sehingga itu menjadi nilai positif bagi UNITRI.

“Kalau Angkatan kedua sama dengan yang kemarin, kita mengembangkan gaya sosial mahasiswa tentang pemahaman masyarakat tentang covid. Kita ulang dan ingatkan lagi, kita bagikan handzanitiser dan masker yang selama ini sedikit menurun. Karena ada yang tidak mampu membeli itu yang menjadi sasaran kita. Kemudian ada juga pembagian sembako” tutupnya.

Disamping itu, panitia KKN saat ini mengelola 650 mahasiswa KKN Reguler yang akan dibagi dalam 35 lebih kelompok, menyadari banyak mahasiswa dengan lokasi mahasiswa yang berbeda-beda, ada yang sinyalnya stabil dan ada juga yang tidak dan beberapa kendala lainnya.

Ia juga berharap dari kegiatan KKN reguler yakni semua DPL memahami bahwa tujuan akhir dari pelaksanaan KKN ini adalah berkelanjutan semua dosen mempunyai perencanaan apa tujuan besar yang ingin dicapai. Selanjutnya, berkaitan dengan KKN-tematik diharapkan DPL dan mahasiswa mampu menjadi katalis pembangunan desa sehingga yang membuat program desa menjadi lebih cepat dan berkembang.(HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*