JOKO MULYONO: WISUDAWAN TERBAIK UNITRI OKTOBER 2018, INGIN GAPAI MENJADI DOSEN

Joko Mulyono, mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Administrasi Negara menjadi wisudawan terbaik Oktober 2018. Meski sempat menyerah karena terkendala biaya pendidikan, Ia mampu melakukan yang terbaik ketika Ia mendapatkan kesempatan kembali untuk menyelesaikan studinya. Terbukti, saat ini, Joko, sapaan akrabnya, menyabet gelar wisudawan terbaik periode kedua tahun 2018.

Sebelumnya, mahasiswa asal Trenggalek ini dinobatkan menjadi wisudawan terbaik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Namun ternyata tidak sampai disitu saja, untuk mendapatkan pencapaian nilai akhir 3,95 predikat Cumlaude atau sangat memuaskan berhasil mengantarkannya untuk menyabet gelar wisudawan terbaik UNITRI pada oktober 2018. Ia mengaku sangat bersyukur atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Penghargaan ini sebagai bentuk penawar lelah saya selama ini,dan untuk keluarga yang selama ini mendukung saya” paparnya kepada pers usai Yudisium FISIP UNITRI (28/09).

Masalah finansial semasa bersekolah di bangku SMP dan SMA sempat membuat dirinya vakum dan hampir menyerah. Namun dalam perjalanannya, tiba-tiba Ia mendapatkan tawaran untuk melanjutkan kuliah dan bertempat tinggal di rumah salah satu mantan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Almarhumah Carmia Diahloka. Kesempatan itu tentunya tidak disia-siakan oleh mahasiswa yang akrab dipanggil Joko tersebut. Tidak mau menjadi mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), dirinya memilih untuk aktif berorganisasi hingga sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa pada tahun 2017/2018.

Ditanya lebih lanjut tentang rencana yang akan diambil setelah meraih gelar S1, mahasiswa kelahiran 7 Maret 1993 ini, berharap, dengan didapatkannya gelar tersebut, bisa mempermudah langkahnya untuk mencapai cita-citanya menjadi dosen. Ia juga akan membantu kedua orang tua untuk penyelesaian tanggungan pendidikan adiknya yang sekarang duduk di bangku SMP kelas 2. Ia berpesan kepada mahasiswa yang sekarang sedang menempuh masa perkuliahan dan mengalami hal yang tidak mendukung seperti dirinya yang dahulu, untuk tidak mudah menyerah dan konsisten terhadap keinginan yang ingin dicapai.

“Kuncinya jangan mudah menyerah dan harus tetap konsisten terhadap hal yang benar-benar ingin dicapai. Harus tetap fokus belajar dan harus punya motivasi untuk merampungkan kuliah. Kalau motivasi saya sendiri waktu itu, kita adalah harapan orang tua. Dengan hal itulah saya memegang teguh dan tidak terlenan terhadap hal-hal lain yang mengganggu,” pungkasnya. (Franqi & Firdha)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*