GELAR TEMU RUTIN MAHASISWA TIMOR LESTE, UPT KLN HARAPKAN KETERBUKAAN MAHASISWA

Malang- Bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mendengar keluhan para mahasiswa asing, Unit Pelaksana Teknis Kerjasama dan Luar Negeri (UPT KLN) mengadakan kegiatan temu rutin mahasiswa asing Timor Leste. Sempat tertunda beberapa saat karena pandemi, kegiatan temu rutin ini mengagendakan dua pembahasan penting berkaitan dengan penyampaian restrukturisasi dan sosialisasi kebijakan imigrasi di masa pandemic. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT KLN Nia Lukita Ariani, S.Si., M.Sc.

“Jadi agenda hari ada dua, yang pertama adalah temu rutin mahasiswa asing dan menyampaikan pergantian tim UPT yang baru karena ada restruktururisasi. Yang kedua adalah sosialisasi kebijakan imigrasi dimasa pandemi” ungkapnya.

Selain itu juga, mahasiswa asing diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan yang dirasakan selama ini sehingga hal tersebut dapat segera diperbaiki dan dimasukkan kedalam target UPT KLN setelah ini.

“Salah satu target UPT KLN setelah kegiatan ini yakni memperbaiki semua kekurangan dan menjalin silahturahmi agar lebih kuat dengan mahasiswa asing.”

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut, berjalan dengan lancar. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias mahasiswa asing dalam menyampaikan keluhan-keluhannya. Meskipun hanya di hadiri oleh 6 mahasiswa perwakilan, beberapa dari mereka mengusulkan beberapa program yang akan ditindaklanjuti setelah kegiatan ini. Program tersebut diantaranya promosi ke Timor Leste, kemudian pembuatan brosur yang melibatkan mahasiswa Timor Leste sendiri.

Nia pun berharap kepada seluruh mahasiswa asing untuk menganggap UPT KLN sebagai rumah kedua mereka, sehingga mereka saling terbuka bila ada keluhan dan masalah selama menjadi mahasiswa di UNITRI.

“kami berharap kerjasama dari mahasiswa asing. Anggap UPT ini adalah sebagai rumah mereka yang kedua, jadi terbuka karena bagaimanapun kita saling bekerjasama untuk proses tinggal mereka. Jadi kalau mereka tidak terbuka ke kami, kami juga tidak akan bisa memproses izin tinggal mereka, tapi kalau mereka terbuka akan lebih mudah untuk proses Izin tinggal selain itu juga kan bagaimana pun kita adalah penjaminnya mereka. Jadi mereka kami harus tahu kondisi anak-anak yang dijamin oleh unitri” tutupnya. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*