ANGKAT SUMPAH PENDIDIKAN PROFESI NERS, FIKES LEPAS 75 MAHASISWA

MALANG – Angkat Sumpah Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang telah dilaksanakan pada Sabtu (20/3) secara daring di GOR UNITRI dan luring. Sebanyak 75 mahasiswa hadir untuk melakukan sumpah di hadapan pemuka agama, Pembina Yayasan Bina Patria Nusantara, Rektor dan Wakil Rektor UNITRI, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kota Malang, Dekan FIKES dan seluruh peserta yang hadir. Hal ini disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Rachmat Chusnul Choeron Ns MKep

“Total keseluruhan mahasiswa sebanyak 75 mahasiswa dengan rincian 20 mahasiswa ikut luring di GOR dan sisanya mengikuti via daring.”

Lebih lanjut, Adapun Angkatan yang mengikuti sumpah ners sendiri terdiri atas 33 mahasiswa dari Angkatan 2018/2019 yang tahun lalu belum mengikuti sumpah dan 42 mahasiswa angkatan 2019/2020. Ia berharap mahasiswa bisa mengikuti kegiatan dengan baik mengingat pentingnya kegiatan ini serta terus berupaya mengejar Ujian Kompetensi (UKOM) yang direncanakan akan terselenggara pada bulan Mei setelah pelaksanaan sumpah ners dilakukan

Dekan FIKES UNITRI, Drs., Sugeng Rusmiwari, M.Si mengucapkan terima kasih dan syukur atas kelulusan seluruh mahasiswa program Pendidikan profesi Ners. Selain itu, beliau ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder baik dari DPW Kota Malang, Pimpinan UNITRI, Direktur Rumah Sakit Internasional, Rumah Sakit Jiwa, RS Kota Blitar, RS Kota Bangil, RS Kota Baru dan semua pusat Kesehatan masyarakat yang selama ini telah membimbing yang mahasiswa selama studi profesi yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

“Saya harapkan mahasiswa benar-benar menaati dan menjalankan tugasnya sebagai perawat dengan professional dan kompeten” pesan Drs., Sugeng Rusmiwari, M.Si

Sejalan dengan Dekan, Pembina Yayasan Bina Patria Nusantara, Prof. Dr.Ir Wani Hadi Utomo juga terharu menyaksikan prosesi angkat sumpah. Beliau berpesan kepada mahasiswa untuk terus semangat belajar di masyarakat dan terus mengabdikan ilmu dan keahlian segala teori yang didapatkan di UNITRI di berbagai rumah Sakit tempatnya mengabdi nanti. Selain itu, mahasiswa perlu mengingat visi UNITRI sebagai kampus kerakyatan.

Kegiatan Angkat sumpah Pendidikan Profesi Ners ini berlangsung dengan khitmat dan lancar hingga akhir. Selama acara, hadir diantaranya Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo (Pembina Yayasan Bina Patria Nusantara), Prof. Dr. Ir. Widowati, MP (Wakil Rektor 1 UNITRI), Dr. Totok Sasongko, M.M (Wakil Rektor 3 UNITRI), Dr Ahsan, S.KP., M.Kes (Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI), Erwanto, S.Kep., Ns., M.Kep (Perwakilan Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kota Malang), Drs. Sugeng Rusmiwari, M.Si (Dekan FIKES UNITRI), Kaprodi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, para dosen FIKES UNITRI, dan undangan mahasiswa.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI, Dr Ahsan, S.KP., M.Kes mengapresiasi perkembangan pesat UNITRI selama 10 tahun terakhir ini. Terdapat tiga point yang disampaikan sebagai bukti yakni pertama karena kualitas mahasiswa jebolan Pendidikan Profesi Ners UNITRI, kedua dari prestasi Uji Kompetensi (UKOM) Mahasiswa yang telah lulus, dan ketiga berdasarkan loyalitas lulusan terhadap institusi tersebut.

“Kami berharap bahwa perawat itu selalu ada pembelajaran walaupun dalam kondisi apapun. Keberhasilan saudara itu tidak bisa bahwa proses pembelajaran ini adalah jangka Panjang, proses pembelajaran itu sangat berpengaruh oleh yang pertama adalah input mahasiswa, kedua adalah proses pembelajaran itu sendiri dan yang ketiga adalah output.”

Selain itu, dalam kesempatan ini, Dr Ahsan, S.KP., M.Kes mengingatkan mahasiswa untuk terus menjaga etika dan semangat selama terjun di masyarakat. Perawat juga harus terus menjaga kejujuran, tanggung jawab, dan dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tuntutan masyarakat luar biasa dan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat dan cepat. Jangan lupa etika itu selalu dipahami, Apa yang didapatkan dari sumpah ini, yang pertama adalah kejujuran, jadi perawat itu harus jujur dimanapun anda berada. Yang kedua tanggung jawab, oleh karena itu lakukan yang terbaik. Yang ketiga adalah kuisoner itu apa yang anda lakukan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kita.”
(HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*