AMIR HAMZAH RAIH HAK PATEN PENELITIAN

MALANG – Sebagai seorang dosen yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan bagian terpenting atas pengukuhan penemuan dan penelitian yang dilakukannya. Dengan mematenkan penemuan baru, mengandung Langkah inventif, maupun penemuan yang dapat diterapkan secara industri, inventor dilindungi oleh negara sehingga tidak sembarangan penemuan dapat dengan mudah memiliki hak Paten.

Salah satu Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Dr.Ir. Amir Hamzah, MP meraih hak paten atas penelitiannya yang dikerjakan bersama dengan dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Dr.Ir.Rossyda Priyadarshini, MP., ID. Berawal dari hasil Disertasi, penelitian yang berjudul ‘Metode Pembuatan Bahan Pembenah Tanah (Soil Amendments) untuk Regenerasi Tanah Tailing’ ini didaftarkan untuk permohonan paten melalui LPPM UNITRI Malang dan LPPM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Dr.Ir. Amir Hamzah, MP yang juga selaku Dekan Fakultas Pertanian UNITRI menyampaikan, pengajuan paten ini telah berjalan sejak tahun 2017 lalu.

“Itu bermula dari penelitian Disertasi saya dulu. Kemudian saya mencoba mengajukan Paten dan beberapa kali revisi, akhirnya baru dapat pada tahun 2020 lalu” ungkapnya.

Seperti diketahui, Tailing merupakan limbah dari tambang emas yang banyak sekali menggunakan bahan kimia terutama logam berat, merkuri dan sianida. Hal itu menyebabkan pencemaran dimana-mana termasuk pada lahan pertanian yang ada disekitarnya sehingga akan berdampak pada tanaman seperti buah dan sayuran yang di komsumsi manusia yang juga berakibat pada Kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukanlah penelitian dengan menggunakan metode pembenahan tanah berbentuk serbuk yang terbuat dari Biochar untuk perbaikan karakteristik tanah tailing.

“Penelitian ini berhubungan dengan metode pembuatan bahan pembenah tanah untuk perbaikan karakteristik tanah tailing dan berkaitan dengan metode pembenah tanah berbentuk serbuk yang dibuat dari biochar dengan bahan dasar pembasmi padi yang diperkaya dengan bahan tambahan anorganik yang memiliki gugus SO4 (FeSO4) untuk meningkatkan efektifitas biochar dalam memperbaiki karakteristik kimia tanah tailing.” Tegasnya kepada humas

Melalui proses yang Panjang, akhirnya tim dapat mendapatkan hak paten pada 26 November 2020. Seperti diketahui, Dr.Ir. Amir Hamzah, MP sejauh ini telah mengajukan setiap tahunnya 1 penelitian. Hal ini dilakukan guna menumbuhkan jiwa Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama riset. Ia pun berharap agar dosen muda lebih semangat lagi melakukan penelitian ini. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*