ALUMNI NERS UNITRI RAIH PENGHARGAAN PERAWAT TELADAN KABUPATEN MALANG

Dalam acara Angkat Sumpah Ners 2019, Sabtu (09/3), sebanyak 115 peserta dinyatakan telah sah menyandang gelar Ners. Salah satunya ialah Qomaruzzaman, S.Kep., Ners yang ternyata juga berhasil mendapatkan anugerah sebagai perawat teladan Kabupaten Malang 2018. Anugerah tersebut diberikan pada 24 November lalu dalam perayaan hari kesehatan nasional Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Laki-laki kelahiran Lamongan 3 April 1968 ini menceritakan lebih rinci rasa bahagianya telah diberikan penghargaan sebagai perawat teladan sehingga menjadi kebanggaan sendiri bagi alumni Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Selama proses belajar, Ia juga mendapat dorongan positif dari seluruh pihak agar dapat menyelesaikan pendidikan segera.

“Alhamdulilah selama menjadi pelajar di Unitri, saya merasakan situasi belajar yang menyenangkan dengan dorongan dari guru serta teman-teman yang selalu semangat belajar.”

Selain itu, sebagai perawat yang saat ini bekerja di Puskesmas Tirtoyudo Kabupaten Malang, Ia mendapatkan tanggung jawab lebih sebagai koordinator program HIV/AIDS, koordinator perawat dan Kasubag TU. Selama bekerja, Ia berinovasi dalam meningkatkan kinerja perawat sesuai dengan tupoksi dan instruksi dari atasan yang sesuai dengan pedoman.

“Pada akhirnya kita bekerja di bawah pimpinan yang memberikan instruksi. Kita sebagai tenaga perawat dituntut menjalankan sesuai dengan pedoman. Untuk meraih prestasinya, kita harus punya inovasi yang bisa kita unggulkan, dimana inovasi itu harus bisa menjadi unggulan dan berdampak pada masyarakat.”

Adapun inovasi yang dikembangkan Qomaruzzaman ialah dengan mengembangkan SMART WPA (semangat menanggulangi HIV/AIDS dengan ramah tamah warga peduli HIV/AIDS) yakni sebuah pemberdayaan masyarakat dalam berpartisipasi upaya pencegahan, melawan stigma, dan diskriminasi HIV/AIDS.

Pria yang memiliki motto hidup ‘Hentikan perdebatan yang tidak bertepi, saatnya berprestasi untuk NKRI yang kita cintai’ tersebut berpesan agar seluruh perawat dapat menjadi petugas yang profesional dan terus berinovasi.

“Jadilah perawat yang profesional dan berinovasi. Raih cita-cita yang setinggi-tingginya saatnya kita menunjukkan bahwa perawat bisa berbuat lebih untuk Indonesia.” Tutupnya. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*