AJARKAN MAHASISWA ADMINISTRASI SURAT MENYURAT DAN PENGARSIPAN, PRODI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK UNITRI GELAR PELATIHAN

Malang- Berangkat dari pengalaman sebelumnya dimana banyak mahasiswa tingkat akhir yang belum paham tentang teknik surat menyurat, Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengadakan kegiatan ‘Pelatihan Kompetensi Dasar (KD) Administrasi Surat Menyurat Dan Pengarsipan’. Kegiatan yang digelar Sabtu (17/10) tersebut diadakan khusus untuk mahasiswa semester 1 dan 3 dengan tujuan agar di semester akhir nanti mahasiswa tidak lagi merasa bingung dengan hal surat-menyurat.

Kegiatan pelatihan semacam ini diadakan selama satu semester, setiap bulan sekali dengan acara yang berbeda pula. Hal tersebut juga disampaikan oleh kepala program studi Firman Firdauzi, S.H., M.H,

“Nah untuk yang awal khusus untuk mahasiswa semester 1 dan 3 yang ada basic ilmu dasar administrasi. Sekarang ini masih banyak yang bingung tentang masalah administrasi seperti ketik mengetik dan seterusnya, harusnya hal-hal itu sudah tidak ada.” ungkapnya.

Adapun materi yang dibahas kali ini berkaitan dengan teknik pembuatan surat, mengenali sifat surat dan teknik pengarsipan oleh Noora Fithriana, S.AP., M.AP yang juga dosen Ilmu Administrasi Publik UNITRI.

“Jadi saya diberikan kepercayaan dari prodi ADM untuk memberikan materi mengenai surat menyurat, jadi karena kan ini anak-anak semester 1 dan 3 adalah generasi Z” ucap Noora Fithriana, S.AP., M.AP kepada humas.
Menurutnya, banyak mahasiswa yang belum paham tentang surat menyurat bahkan ada yang mungkin menganggap bahwa itu sesuatu yang terlihat kuno. Sehingga dengan adanya pelatihan tersebut sangat membantu mahasiswa untuk memahami tentang surat menyurat, apalagi surat memang sangat dibutuhkan di instansi tertentu dan mengingat mereka sebagai administrator publik.

“Dengan adanya pelatihan ini mahasiswa menjadi tahu tentang surat kemudian mereka bisa melakukan setidaknya keahlian dasar menulis surat, kemudian tahu kop surat, bagiannya kemudian perihalnya dan lain sebagainya sampai bagaimana surat itu didistribusikan kepada pihak yang dididik”ucapnya.

Selain itu juga diberikan beberapa pelatihan cara membuat surat kepada mahasiswa yang ikut secara luring. Namun, karena keterbatasan waktu tugasnya akan di bawa pulang dan besok mereka akan menyetorkan hasil pelatihan tersebut, sehingga nanti akan dicek sejauh mana mereka sudah bisa menyerap materi yang diberikan tambah Nora.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap semangat belajar. Adapun rencana lanjutan dari kegiatan setelah ini yakni di bulan November akan diadakan pelatihan kebijakan publik. Dengan harapan mahasiswa lebih berkompeten dan dengan adanya kegiatan seperti ini mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan tugas akhir dan hal lain yang bersifat teknis. Kegiatan yang diadakan dalam 2 metode yaitu luring dan daring ini cukup mendapat respon yang positif dari mahasiswa. Hal tersebut dilihat dari antusias mahasiswa meskipun diadakan dalam 2 sesi. Bahkan mahasiswa yang bergabung secara luring lebih banyak dibandingkan secara daring. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*