31 MAHASISWA UNITRI LOLOS PROGRAM KAMPUS MENGAJAR 2021-BATCH 1 KEMENDIKBUD RI

Malang – Sebanyak 31 Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang berhasil lolos dalam program Kampus Mengajar 2021-Batch 1 yang diselenggarakan oleh Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Republik Indonesia (RI). Prestasi ini disambut baik oleh seluruh pihak tak terkecuali dosen dan mahasiswa. Terlebih, program kampus mengajar merupakan salah satu kegiatan dari 8 kegiatan Merdeka Belajar yang diselenggarakan Kemendikbud RI dan bertujuan memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan LPPP UNITRI, Dr., Dian Noorvy KH, ST., MT.

“Kemendikbud mengajak seluruh mahasiswa baik dari PTN maupun PTS untuk ikut berbakti dalam memberikan pembelajaran mengabdi kepada sekolah dan masyarakat. Melalui pembelajaran dalam bentuk softskill, peserta tidak hanya dari Program studi Pendidikan saja tetapi boleh dari semua program studi atau jurusan.”

Selama mengabdi, mahasiswa akan terlibat sebagai pengajar selama dua hingga tiga jam dan juga sisanya dapat membantu administrasi sekolah maupun manajemen sekolah tempatnya mengabdi.

“Selebihnya mereka mengembangkan diri dalam artian mengembangkan diri untuk berbakti kepada sekolahnya yang dibutuhkan sesuai prodinya masing-masing dan minatnya.”

Seperti diketahui, mahasiswa yang telah lulus dalam program ini akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan dan berada dalam golongan daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Misi ini sama dan cocok dengan kondisi mahasiswa UNITRI yang notabene juga banyak berasal dari daerah yang sama berdasarkan sebaran mahasiswa yang disampaikan oleh Unit Penerima Mahasiswa Baru. Sayangnya, karena keterbatasan waktu pendaftaran yang sempit, tidak banyak mahasiswa yang mendapatkan informasi sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan ini. Meski demikian, dari 79 mahasiswa yang mendaftar pada batch 1 ini, 31 mahasiswa berhasil diterima dan siap mengabdi berdasarkan sekolah yang telah dipilihnya di wilayahnya masing-masing.

Karenanya, guna membantu dan mendampingi mahasiswa UNITRI, LPPP UNITRI telah membuat grup khusus untuk komunikasi dengan seluruh mahasiswa maupun pihak terkait. Selain itu, bertepatan dengan adanya kegiatan pembekalan yang diberikan oleh Kemendikbud RI selama 5 hari, tim juga membentuk koordinator kegiatan dan melakukan konfirmasi dengan seluruh Kaprodi terkait bagaimana konversi kegiatan ini akan disesuaikan dengan skala mahasiswa bersangkutan.

“Harapannya kita dapat bersinergi dengan semua Lembaga terkait konversi kegiatan termasuk Kaprodi. Kami dari LPPP UNITRI dibantu Yuswa Istikomayanti, S.Si., S.Pd., M.Pd dan Irawan Setyobudi, ST., MT sebagai fasilitator, kemudian Biro Akademik melalui Zuni Mitasari, S.Pd., M.Pd dan juga dibantu tim LPTIK. Jadi semua sistem dapat berjalan.”

Dr., Dian Noorvy KH, ST., MT berpesan kepada mahasiswa untuk dapat membawa diri dan menjaga nama baik almamater kampus selama mengikuti program ini.

“Harapannya mahasiswa bisa membawa diri dan menjaga diri, berlakulah sebagai seorang mahasiswa yang sarjana pola pikir yang baik, attitude yang baik, kreatif dan inovatif artinya bisa tanggap apa yang dibutuhkan oleh SD itu.”

Salah satu mahasiswa Ilmu Administrasi Publik yang berhasil lolos dalam kampus mengajar, Leonardo Wila Tenga, mengaku senang dapat terpilih dan mengabdi di SD 1 Kalumbang, Waingapu Sumba Timur yang saat ini masih dalam pemindahan sesuai domisili.

“Diantara 8 juta mahasiswa Indonesia dan ratusan ribu yang daftar, saya bisa menjadi salah satunya yang lolos.”

Saat ini, seperti peserta lainnya, Leon sedang mengikuti instruksi panitia pelaksana kampus mengajar dengan mengerjakan Logbook harian, Assessment harian dan Pelatihan selama 1 Minggu. Kegiatan pembekalan ini dimulai sejak 15 Maret-21 Maret 2021 sebagai bekal pelaksana sistem pembelajaran di SD yang di tuju. (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*