19 DOSEN UNITRI LOLOS SERDOS TAHAP I TAHUN 2020

MALANG –Di tengah kondisi pandemic saat ini, tidak menjadi penghalang bagi dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang untuk tetap meningkatkan profesionalisme dan kualitasnya. Hal ini dibuktikan dengan lolosnya 19 dosen dalam Sertifikasi Dosen (SERDOS) Tahap I Tahun 2020.

Sertifikasi Dosen (SERDOS) merupakan upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional dan memperbaiki kesejahteraan dosen dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi.

Kepala Lembaga Pengkajian & Pengembangan Pendidikan (LPPP) UNITRI, Dr. Dian Noorvy Kh, ST.,MT mengatakan dengan tambahan 19 dosen yang baru mendapat sertifikasi dosen, maka total jumlah dosen tersertifikasi di UNITRI yakni 110 dosen dari 225 dosen UNITRI sehingga hampir 50 persen dosen unitri telah tersertifikasi. Ungkapnya saat ditemui humas.

Adapun syarat-syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen, tambah Dr. Dian Noorvy Kh, ST.,MT, diantaranya memiliki jabatan Asisten Ahli atau sudah mengajar minimal 2 tahun, melakukan penelitian-penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta memiliki kegiatan penunjang mahasiswa lainnya. Ia juga menjelaskan dosen bersangkutan harus memiliki inpassing/kepangkatan dan mengikuti Test TOEFL, Test Kemampuan Akademik (TKDA) dan mengumpulkan semua berkas di dalam pendaftaran.

“Tahapannya mulai D1 sd D3 adalah seleksi dan pengajuan Internal pengesahan oleh Bpk Rektor yg kemudian dilanjutkan D4 dan D5 yang merupakan seleksi eksternal hingga lulus Serdos melalui penilaian PTS. Penilaian terhadap nilai TOEFL TKDA PERSEPSIONAL DIRI dan bila lulus akan dilanjutkan dengan pengisian Deskripsi diri dan perbaikan Riwayat Hidup tentang pendidikan pengajaran aktivitas mendidik, penelitian dan pengabdian masyarakat, hal ini memerlukan pembahasan konsistensi antara RH dan DD yg dituliskan dan juga dihindari Plagiasi.”

Selain itu ia juga menambahkan bahwa ada perbedaan pelaksanaan serdos dari tahun sebelumnya dan sekarang. Perbedaan ialah semua data Pengajaran dan aktivitasnya tidak dapat di input manual seperti sebelumnya, tetapi diimput melalui PDDIKTI, FEEDER, dan begitu pula yang lainnya pada link SIMLITABMAS, hingga SISTER.

Dr. Dian Noorvy Kh, ST.,MT berharap, dosen lulus Serdos dapat terus meningkatkan kualitasnya mengingat hal ini adalah langkah awal karir dosen.

“Untuk dosen yang lulus serdos, ini bukan menjadi akhir sebagai dosen tetapi menjadi awal karir menjadi dosen. Dengan adanya sertifikasi ini berarti harapannya adalah kinerja dosen lebih ditingkatkan karena ini sebagai awal karir kita diakui sebagai dosen” tutupnya (HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*